Keren Telegram Semakin Terkenal, Sekarang Sudah Didownload 1 Miliar Kali

Program pesan instant Telegram semakin terkenal. Sekarang, Telegram telah di-download sampai 1 miliar kali secara global, berdasar laporan terkini dari firma penelitian Sensor Tower.

Perolehan ini dicapai Telegram pada Jumat minggu kemarin. Seperti pesaing paling besarnya, WhatsApp, pasar khusus Telegram ialah India yang menyumbangkan 22 % dari keseluruhan penempatan Telegram.

Menurut e-Marketer, India jadi negara yang terbanyak memakai WhatsApp dalam jumlah pemakai capai 390 juta.

BACA JUGA  Instagram Bakal Bikin Konten Berbayar di Stories

Selainnya India, Rusia dan Indonesia disebutkan menyumbangkan masing-masing 10 % dan 8 % pada keseluruhan jumlah unduhan Telegram secara global. Semenjak awalnya 2021, angka unduh Telegram semakin meningkat cukup berarti.

Pada paruh pertama tahun 2021, jumlah penempatan program Telegram capai 214,tujuh juta, naik 61 % dari masa yang serupa tahun kemarin yang capai 133 juta penempatan.

BACA JUGA  Telkomsel dan Indosat Gelar 5G, Mana Yang Lebih Kencang?

Keberhasilan Telegram di awal tahun 2021 turut dikuasai oleh peraturan privacy WhatsApp yang memunculkan pro-kontra.

Waktu itu banyak pemakai WhatsApp menyombong ingin pindah ke program pesan instant lain, seperti Telegram dan Sinyal.

Telegram mengeklaim jumlah pemakai aktif bulanan pada minggu awal pada Januari capai 500 juta, di mana 25 juta pemakai baru salah satunya tergabung ke Telegram dalam waktu 72 jam.

BACA JUGA  Fitur Baru Instagram Akan Tukar Swipe Up dengan Stiker Link Mulai 30 Agustus

Dengan perolehan baru ini, Telegram jadi program ke-15 di dunia yang tembus 1 miliar unduhan secara global, berdasar data dari Sensor Tower seperti diringkas dari Tech Crunch, Selasa (31/8/2021).

Sedikit catatan, program yang diperinci Sensor Tower tidak terhitung program bawaan Google yang terinstal di handphone Android.

Reputasi Telegram berpengaruh pada usaha perusahaan. Bulan Maret lalu, Telegram mendapatkan tambahan modal fresh sejumlah 150 juta dollar AS atau sekitaran Rp 2,1 triliun.

BACA JUGA  8 Program Streaming Bola Terbaik di Handphone Android

Disamping itu, perusahaan menarik lebih dari 1 miliar dollar AS (sekitaran Rp 14,3 triliun) dalam pendanaan hutang dengan jual obligasi.

Investasi itu berasal dari 2 perusahaan permodalan asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), yaitu Mubadala (75 juta dolar AS/Rp 1,05 miliar) and Abu Dhabi Catalyst Partners (75 juta dolar AS/Rp 1,05 miliar. Dengan investasi ini, Telegram buka kantor baru di Abu Dhabi, UEA.

BACA JUGA  Ini Dia 10 Spesifikasi Menarik di Windows 11 Baru yang Pantas Dicoba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *