Mengenal Lengkap Istilah Asuransi Jiwa

Mengenal Lengkap Istilah Asuransi Jiwa

Istilah asuransi jiwa sepertinya sudah tidak lagi asing seiring dengan meningkatnya peminat asuransi jiwa. Asuransi jiwa memberikan proteksi berupa uang pertanggungan kepada ahli waris apabila peserta asuransi atau tertanggung meninggal dunia.

Tetapi, mungkin masih banyak yang belum tahu kalau ada beberapa istilah penting dalam penerapan asuransi jiwa, seperti:

1. Polis Asuransi Jiwa

Polis merupakan salah satu istilah asuransi yang sangat familiar karena ditemukan hampir di semua jenis dan produk asuransi. Polis itu sendiri merupakan perjanjian antara perusahaan asuransi dan pemegang polis. Adapun isi dari polis menyangkut hak serta kewajiban kedua belah pihak dimana perusahaan asuransi bertindak sebagai penanggung sementara pemegang polis adalah tertanggung.

2. Beban Polis

Berkaitan dengan polis, ada istilah yang bernama beban polis adalah dana yang harus nasabah bayarkan kepada perusahaan asuransi setiap bulan berupa premi asuransi. Dengan begitu, nasabah tetap bisa mendapatkan manfaat proteksi dari asuransi seperti yang tertulis dalam polis. Biasanya, istilah asuransi satu ini berkaitan dengan jenis polis endowment atau dwiguna yang merupakan salah satu jenis asuransi jiwa yang bisa didapatkan di Indonesia.

3. Tertanggung

Tertanggung adalah orang yang akan menerima uang pertanggungan atau manfaat asuransi jiwa sesuai dengan produk asuransi jiwa yang mereka pilih. Kita juga bisa menyebut tertanggung sebagai orang yang akan menerima manfaat asuransi yang namanya tertulis dalam polis. Singkatnya, tertanggung merupakan nasabah asuransi yang membayarkan premi asuransi secara rutin dalam jangka waktu tertentu kepada perusahaan asuransi.

4. Premi Asuransi

Untuk bisa mendapatkan manfaat proteksi dari asuransi jiwa yang dibeli, nasabah atau peserta asuransi harus membayarkan sejumlah uang yang disebut sebagai premi asuransi. Pembayaran tersebut harus dilakukan secara rutin dengan besaran yang sesuai dengan polis asuransi. Premi menjadi konsekuensi dari pengalihan risiko yang pemegang polis lakukan kepada perusahaan asuransi.

Premi asuransi setiap nasabah asuransi mungkin berbeda. Ada beberapa faktor yang memengaruhi besaran premi asuransi jiwa seperti pilihan jenis produk asuransi, gaya hidup, riwayat kesehatan, usia, jenis kelamin, dan jumlah uang pertanggungan yang diharapkan.

5. Biaya Akuisisi

Dalam asuransi jiwa, kamu juga akan mengenal istilah biaya akuisisi. Seperti namanya, biaya merupakan sejumlah uang yang harus nasabah bayarkan. Dalam hal ini, biaya tersebut memungkinkam kamu untuk mendapatkan layanan sebagai nasabah asuransi. Biaya tersebut juga dimengerti sebagai biaya penerbitan polis termasuk untuk membayar biaya agen dan biaya operasional perusahaan asuransi.

6. Rider atau Tambahan

Apabila nasabah atau pemegang polis ingin mendapatkan manfaat tambahan selain proteksi jiwa, maka mereka bisa memilih rider atau manfaat tambahan asuransi. Rider hadir bagi mereka yang ingin mendapatkan tambahan proteksi dengan biaya yang lebih terjangkau. Misalnya, asuransi jiwa menawarkan asuransi kesehatan atau asuransi penyakit kritis. Karena ada biaya untuk setiap rider, maka premi asuransi akan bertambah atau semakin tinggi.

Semakin banyak rider yang akan kamu pilih, semakin tinggi pula premi asuransi yang harus kamu bayarkan setiap bulan atau tahunnya.

7. Cash Value atau Nilai Tunai

Nilai tunai atau cash value adalah nilai tebus polis dalam periode tertentu yang dijamin sebagai hak pemegang polis asuransi. Nilai tunai diberikan pada mereka yang memilih asuransi unit link atau asuransi dwiguna. Dalam unit link, nilai tunai terbentuk dari dana pemegang polis yang alokasinya dikhususkan untuk berinvestasi.

8. Uang Pertanggungan

Nasabah membayar premi asuransi selama periode tertentu. Dengan begitu, mereka berhak untuk mendapatkan manfaat sesuai kesepakatan atau perjanjian yang dibuatnya dengan perusahaan asuransi. Dari premi tersebut, nasabah akan mendapatkan uang pertanggungan yang akan perusahaan asuransi bayarkan apabila terjadi klaim.

9. Lapse

Istilah lapse atau batal digunakan untuk polis asuransi jiwa yang tidak nasabah bayarkan hingga masa tenggang yaitu sekitar 45 hari. Dengan bergantinya status polis asuransi menjadi lapse, artinya perlindungan asuransi tidak lagi berlaku. Dengan kata lain, perusahaan asuransi tidak lagi memiliki tanggung jawab atau kewajiban menanggung risiko atau musibah yang dialami pemegang polis.

10. Klaim

Klaim merujuk pada tuntukan yang nasabah asuransi atau pemegang polis ajukan kepada perusahaan asuransi untuk mendapatkan hak berupa manfaat asuransi. Adapun manfaat asuransi tentunya sesuai dengan jenis asuransi yang dibeli yang juga tertulis dalam polis asuransi.

11. Ahli Waris

Karena hanya ditemukan dalam asuransi jiwa, maka istilah asuransi satu ini tidak ada pada jenis asuransi lain termasuk asuransi kesehatan, asuransi kendaraan bermotor, maupun asuransi properti. Ahli waris adalah orang yang namanya tercantum dalam polis sebagai penerima manfaat berupa santunan atau uang pertanggungan jika terjadi risiko kematian pada pemegang polis.

Dengan kata lain, saat tertanggung atau pemegang polis mengalami musibah atau kerugian, perusahaan asuransi sebagai penanggung akan membayarkan pertanggungan ke ahli waris sesuai dengan isi polis.

12. Endowment atau Dwiguna

Asuransi dwiguna atau endowment merupakan asuransi jiwa yang menawarkan manfaat proteksi jiwa dan tabungan sekaligus.

13. Biaya Top-up

Biaya top-up merupakan satu dari sekian banyak istilah yang ada dalam asuransi jiwa. Namun adanya dalam asuransi jiwa unit link yaitu biaya yang harus nasabah atau pemegang polis keliuarkan saat pembayaran premi berkala atau saat mereka mengisi nilai tunai asuransi.

14. Unit Link

Asuransi jiwa menawarkan banyak pilihan produk, salah satunya adalah asuransi jiwa unit link. Istilah asuransi satu ini merupakan produk yang menawarkan manfaat berupa return on investment atau timbal balik hasil investasi. Jadi, selain mendapatkan proteksi jiwa, nasabah asuransi unit link juga akan mendapatkan manfaat tambahan berupa hasil investasi.

Premi yang nasabah setorkan akan dialokasi untuk asuransi dan investasi. Meski demikian, produk asuransi ini mengandung risiko seperti investasi secara umum.

15. Whole Life Insurance

Saat mendatangi agen asuransi dengan tujuan mendapatkan produk asuransi jiwa yang tepat, kamu akan diperkenalkan pada istilah asuransi whole life insurance yaitu asuransi jiwa seumur hidup. Dengan asuransi jiwa seumur hidup, nasabah asuransi akan mendapatkan perlindungan selama nasabah hidup atau maksimal 100 tahun.

16. Amount Payable

Amount payable merupakan istilah asuransi jiwa yang mengacu pada premi atau pembayaran yang tertera dalam polis. Besarannya sesuai dengan yang sudah disetujui oleh pemegang polis dan nantinya dibayarkan kepada perusahaan asuransi.